Layak Untuk Dikenang
Dua hari terakhir ini dinding facebook saya ada beberapa status maupun tautan dari grup para penulis tentang rasa kehilangan dan kenangan-kenangan akan kepergian seorang penulis muda yang penuh semangat. Gadis itu bernama Dinar Atfa Cholifa, seorang gadis muda umur 17 tahun yang mati muda karena sebuah kecelakaan tragis yang menimpanya saat perjalanannya untuk mengikuti kopdar dengan grup Cendol, sebuah komunitas penulis yang diadakan di Surabaya.
Saya memang belum mengenal Dinar, apalagi bercakap-cakap dengannya via online. Namun dari apa yang saya baca di status maupun komen-komen para teman penulis baik yang senior maupun pemula, saya bisa simpulkan bahwa gadis ini punya sesuatu yang layak untuk dikenang para sahabat yang mengenalnya. Sebuah semangat!. Dinar seorang gadis yang energik, pintar dan hobi menulis. Keceriaan dan semangatnya untuk terus belajar benar-benar menginspirasi para sahabatnya untuk terus menggali ilmu dan mampu meraih mimipi menjadi penul;is. Dari apa yang diceritakan para sahabatnya, Dinar bermimpi untuk menulis sebuah buku. Disamping aktif dalam grup penulisnya, ia juga semangat untuk terus belajar menulis dengan para senior melalui online.
Di saat terakhir hidupnya Dinar sempat memenangkan sebuah lomba menulis dan karyanya itu diterbitkan dalam sebuah antologi. Belum puas dengan itu tercetus perkataannya untuk suatu saat bisa mempunyai sebuah buku karya dirinya sendiri.
Senyum Bidadari Kecil, A tribute to Dinar adalah judul buku
untuk mengenang Dinar yang rame-rame dipersembahkan oleh grup Cendol, untuk gadis hebat ini. Sebuah tanda kebersamaan, kesetiakawanan dan simpati yang dalam untuk seseorang yang memang layak untuk dikenang.
Kita memang tidak pernah tahu sampai kapan kita diberi “jatah waktu’ oleh Yang Maha Pemberi…karena itu selayaknyalah kita bisa isi waktu kita yang tak tentu ini dengan sesuatu yang bermanfaat dan menginspirasi banyak orang. Sebagaimana seorang Dinar yang hanya sebentar berada di tengah keluarga dan para sahabatnya, namun toh, itu bukan alasan baginya untuk bisa mengisi waktu pendeknya tersebut dengan ketulusan, semangat, dan inspirasi dalam karya-karyanya.
Apakah kita sudah punya sesuatu yang layak untuk dikenang saat kita pergi nanti?